Modul 4 EC





MODUL 4

Kontrol Banjir Bandang

1. Pendahuluan[Kembali]

Banjir bandang adalah salah satu bencana yang datangnya tiba-tiba dan biasanya membawa arus air yang besar. Kondisi ini sering terjadi setelah hujan deras, sungai yang tersumbat, atau tanah yang sudah terlalu jenuh air. Dampaknya bisa merusak rumah, jalan, jembatan, bahkan membahayakan nyawa manusia. Untuk membantu mengurangi risiko, Kami membuat prototype atau model sederhana dari sistem peringatan dini banjir bandang. Prototype ini dibuat dalam skala kecil, tapi mampu menunjukkan bagaimana suatu alat bisa mendeteksi naiknya air, kondisi hujan, dan memberi peringatan sebelum kejadian yang sebenarnya terjadi.

2. Tujuan[Kembali]

1. Membuat contoh alat sederhana yang bisa memantau kondisi air dan cuaca.

2. Memberikan gambaran bagaimana sensor bekerja mendeteksi ketinggian air dan intensitas hujan.

3. Menguji apakah sistem bisa memberi peringatan ketika kondisi sudah tidak aman.

4. Menjadi langkah awal untuk membuat sistem yang lebih besar dan bisa dipakai di lokasi rawan banjir bandang.                                                     

3. Alat dan Bahan[Kembali]

1. Papan Rangkaian

2. Multimeter



3. Water level sensor



4. Rain sensor



5. Op-Amp 741



6. Transistor 2N2222 dan BC547



7. Led Merah



8. Buzzer



9. Relay 5V



10. Resistor (10k, 100) Ohm


11. Potensiometer


12. Jumper


13. Buck converter



14. Adaptor 12V



4. Dasar Teori[Kembali]

1. Multimeter

Multimeter sering juga disebut sebagai AVO meter (Ampere-Volt-Ohm meter) adalah alat ukur elektronik portabel yang sangat serbaguna, dirancang untuk mengukur berbagai besaran listrik seperti tegangan (Voltage), arus (Ampere), dan resistansi (Ohm) dalam sirkuit elektronik dan kelistrikan. Alat ini wajib dimiliki oleh teknisi, insinyur, dan penghobi elektronika.

Fungsi Utama Multimeter

Multimeter secara fundamental dapat melakukan tiga jenis pengukuran utama:

  1. Voltmeter (Mengukur Tegangan/Volt):

    • Mengukur perbedaan potensial listrik antara dua titik.

    • Dapat mengukur tegangan DC (Direct Current) dan tegangan AC (Alternating Current).

    • Selalu dihubungkan secara paralel dengan komponen yang diukur.

  2. Amperemeter (Mengukur Arus/Ampere):

    • Mengukur laju aliran muatan listrik dalam sirkuit.

    • Dapat mengukur arus DC dan arus AC (tergantung model).

    • Selalu dihubungkan secara seri dalam sirkuit (memutus sirkuit untuk pengukuran).

  3. Ohmmeter (Mengukur Resistansi/Ohm):

    • Mengukur hambatan yang ditawarkan oleh suatu komponen terhadap aliran arus.

    • Digunakan untuk memeriksa komponen pasif seperti resistor, atau untuk pengujian kontinuitas (kabel putus atau tidak).

    • Dilakukan saat sirkuit tidak diberi daya (mati).

Selain fungsi utama di atas, multimeter modern sering dilengkapi dengan fungsi tambahan, seperti pengukuran: kapasitansi (Farad), frekuensi (Hertz), suhu (Celsius/Fahrenheit), dan pengujian dioda atau transistor.

2. Waterlevel Sensor

Sensor Water Level merupakan komponen elektronika yang dapat mendeteksi ketinggian atau keberadaan air (atau cairan lainnya) pada suatu wadah atau area tertentu.


3. Rain Sensor

Sensor Hujan merupakan komponen elektronika yang berfungsi untuk mendeteksi keberadaan air hujan atau kelembaban pada permukaannya. Tujuan utama sensor ini adalah menghasilkan sinyal listrik ketika tetesan air menutupi area sensing, yang kemudian dapat digunakan untuk memicu aksi otomatis seperti menutup jendela, mematikan sistem irigasi, atau mengaktifkan wiper pada kendaraan.

Prinsip Kerja dan Komponen Utama

Sensor hujan yang paling umum digunakan dalam aplikasi rumah tangga dan otomasi berbasis pada prinsip konduktivitas listrik air:

  1. Papan Sensing (Area Penginderaan):

    • Sensor ini memiliki papan sirkuit cetak (PCB) yang dirancang khusus dengan jalur-jalur konduktif berbentuk interdigitasi (saling terkait seperti sisir) yang dilapisi timah atau nikel.

    • Dalam kondisi kering, tidak ada koneksi listrik antara jalur-jalur konduktif ini, sehingga resistansi berada pada nilai yang sangat tinggi (hampir tak terhingga), dan output sensor adalah logika HIGH (atau kering).

  2. Deteksi Air Hujan:

    • Ketika tetesan air hujan (yang mengandung garam dan kotoran, sehingga bersifat konduktif) jatuh dan menutupi jalur-jalur konduktif tersebut, air akan menjembatani celah antara dua jalur yang berbeda potensial listrik.

    • Jembatan air ini menurunkan nilai resistansi di antara kedua jalur secara drastis, memungkinkan arus listrik mengalir.

  3. Sirkuit Komparator/Pengkondisi Sinyal:

    • Sinyal perubahan resistansi ini sangat kecil dan perlu dikuatkan. Sensor hujan biasanya dilengkapi dengan modul komparator (sering menggunakan IC LM393 atau sejenisnya).

    • Komparator membandingkan resistansi papan sensing dengan nilai ambang batas (threshold) yang telah ditentukan (sering kali dapat diatur menggunakan potensiometer).

    • Jika resistansi turun di bawah ambang batas (yaitu, terjadi hujan), komparator akan mengeluarkan sinyal digital logika LOW (atau basah), mengindikasikan deteksi hujan.

4. Op Amp

Penguat Operasional (Op-Amp) adalah sebuah sirkuit terintegrasi (IC) penguat tegangan yang memiliki gain (penguatan) sangat tinggi dan memiliki karakteristik ideal sebagai komponen universal yang dapat melakukan berbagai operasi matematika (seperti penjumlahan, pengurangan, integrasi, dan diferensiasi) pada sinyal analog. Op-Amp merupakan blok bangunan fundamental dalam desain sirkuit analog modern.

Karakteristik dan Pin Utama

Op-Amp standar, seperti IC populer LM741, umumnya memiliki minimal lima pin fungsional utama:

  1. Pin Non-Inverting (V+): Input sinyal positif. Sinyal output akan memiliki fase yang sama dengan sinyal yang dimasukkan ke pin ini (non-inverting).

  2. Pin Inverting (V-): Input sinyal negatif. Sinyal output akan memiliki fase terbalik 180 derajat terhadap sinyal yang dimasukkan ke pin ini (inverting).

  3. Output (Vout): Tempat sinyal keluaran dikirim.

  4. Catu Daya Positif (VCC): Dihubungkan ke tegangan suplai positif.

  5. Catu Daya Negatif (VEE): Dihubungkan ke tegangan suplai negatif (atau ground dalam konfigurasi single supply).

Prinsip Kerja Ideal

Dalam analisis rangkaian, Op-Amp sering diasumsikan memiliki karakteristik ideal sebagai berikut:

  • Gain Loop Terbuka (Open-Loop Gain, AVOL): Sangat besar (mendekati tak terhingga).

  • Impedansi Input (Zin): Sangat besar (mendekati tak terhingga). Ini berarti tidak ada arus yang mengalir ke terminal input V+ dan V-.

  • Impedansi Output (Zout): Sangat kecil (mendekati nol). Ini memungkinkan Op-Amp menggerakkan beban tanpa kehilangan tegangan.

  • Bandwidth: Sangat lebar (mendekati tak terhingga).

Karena gain yang sangat tinggi ini, Op-Amp hampir selalu digunakan dengan umpan balik negatif (negative feedback) untuk mengontrol dan menstabilkan gain, menjadikannya praktis dan dapat diprediksi.

Konfigurasi Dasar (dengan Umpan Balik Negatif)

Op-Amp dapat dikonfigurasikan dalam beberapa mode operasi, yang paling umum adalah:

  1. Penguat Inverting:

    • Sinyal input dimasukkan ke terminal inverting (V-).

    • Gain dikendalikan oleh rasio antara resistor umpan balik (Rf) dan resistor input (Rin).

    • Persamaan Gain (Av) adalah Av = - (Rf / Rin). (Tanda minus menunjukkan pembalikan fase 180 derajat).

  2. Penguat Non-Inverting:

    • Sinyal input dimasukkan ke terminal non-inverting (V+).

    • Gain hanya bergantung pada resistor umpan balik (Rf) dan resistor yang terhubung ke ground (Rg).

    • Persamaan Gain (Av) adalah Av = 1 + (Rf / Rg). (Tidak ada pembalikan fase).

Aplikasi Op-Amp

Fungsi Op-Amp sangat luas dalam elektronika analog, termasuk:

  • Penguat Sinyal: Memperkuat sinyal sensor yang lemah (misalnya, termokopel atau fotodioda).

  • Filter Aktif: Membuat filter High-Pass, Low-Pass, dan Band-Pass yang lebih kompleks dan akurat daripada filter pasif.

  • Komparator: Membandingkan dua tegangan input dan menghasilkan output digital (HIGH atau LOW).

  • Rangkaian Matematis: Rangkaian penjumlah (summing), pengintegrasi (integrator), dan diferensiator (differentiator).


IC LM741 adalah Penguat Operasional Monolitik yang dirancang oleh Fairchild Semiconductor pada tahun 1968. IC ini menjadi standar industri dan sangat populer di kalangan pelajar dan profesional karena memiliki karakteristik yang baik dan relatif kuat terhadap kesalahan koneksi, serta digunakan secara luas untuk memperkenalkan konsep Op-Amp.

IC 741 biasanya hadir dalam kemasan 8-pin Dual In-line Package (DIP) dan membutuhkan catu daya bipolar 


5. Transistor

Transistor merupakan komponen semikonduktor yang berfungsi sebagai sakelar elektronik dan penguat sinyal (amplifier). Transistor dianggap sebagai penemuan paling penting dalam sejarah elektronika karena kemampuannya menggantikan tabung vakum yang besar dan tidak efisien, memicu revolusi digital dan mikroelektronika. Nama Transistor sendiri merupakan singkatan dari Transfer Resistor.

Struktur dan Tiga Kaki Utama

Transistor umumnya terbuat dari bahan semikonduktor (seperti silikon atau germanium) dan terdiri dari tiga terminal (kaki) yang digunakan untuk menghubungkannya ke sirkuit:

  1. Basis (B): Terminal kontrol yang menerima sinyal kecil untuk mengatur arus yang mengalir antara kolektor dan emitor.

  2. Kolektor (C): Terminal tempat arus listrik mayoritas masuk atau keluar (tergantung jenis transistor).

  3. Emitor (E): Terminal tempat arus listrik mayoritas meninggalkan atau memasuki transistor.

Jenis Utama Transistor

Meskipun banyak variasi, dua jenis transistor yang paling umum digunakan adalah:

1. Transistor Sambungan Bipolar (Bipolar Junction Transistor - BJT)

  • Prinsip Kerja: BJT bekerja berdasarkan arus. Arus kecil yang dimasukkan ke Basis mengontrol arus besar yang mengalir antara Kolektor dan Emitor.

  • Struktur: Terdiri dari tiga lapisan semikonduktor dengan polaritas berbeda, membentuk dua tipe utama:

    • NPN: Arus mengalir dari Kolektor ke Emitor ketika Basis diberi bias positif.

    • PNP: Arus mengalir dari Emitor ke Kolektor ketika Basis diberi bias negatif.

2. Transistor Efek Medan (Field-Effect Transistor - FET)

  • Prinsip Kerja: FET bekerja berdasarkan tegangan. Tegangan yang diterapkan pada terminal kontrol (Gate) menghasilkan medan listrik yang mengatur aliran arus.

  • Terminologi Kaki: FET memiliki tiga kaki yang setara dengan BJT, yaitu: Gate (G), Drain (D), dan Source (S).

  • Jenis Umum: Metal-Oxide-Semiconductor FET (MOSFET) adalah FET yang paling populer dan banyak digunakan dalam IC dan sirkuit digital.

Mode Operasi Transistor

Transistor memiliki dua mode operasi utama yang membuatnya sangat serbaguna:

  1. Sebagai Sakelar (Mode Cut-off dan Saturation):

    • Cut-off (OFF): Tidak ada arus yang mengalir melalui transistor. Mirip dengan sakelar terbuka.

    • Saturation (ON): Arus mengalir maksimum melalui transistor. Mirip dengan sakelar tertutup.

    • Aplikasi: Digunakan dalam sirkuit digital dan logika untuk merepresentasikan nilai biner (0 dan 1).

  2. Sebagai Penguat (Mode Active):

    • Arus Basis yang kecil mengatur arus Kolektor yang besar secara proporsional.

    • Aplikasi: Digunakan dalam sirkuit analog, seperti penguat audio, radio, dan pra-penguat (pre-amplifier).

Transistor 2N2222 sering disebut sebagai transistor NPN untuk tujuan umum (general-purpose) yang berdaya menengah.

  • Kemasan (Package): Biasanya tersedia dalam kemasan logam TO-18 atau plastik TO-92 (varian 2N2222A).

  • Arus Kolektor Maksimum : Relatif tinggi, sekitar 800 mA hingga 1000 mA (1 Ampere). Ini memungkinkan 2N2222 untuk mengendalikan beban yang membutuhkan arus lebih besar.

  • Tegangan Kolektor-Emitor : Biasanya sekitar 30V hingga 40V.

  • Gain Arus DC: Kisarannya bervariasi, biasanya antara 100 hingga 300.

  • Aplikasi Utama:

    • Mengendalikan Relai, Motor kecil, LED strip berdaya tinggi.

    • Sirkuit driver daya menengah dan penguat audio tahap akhir.

    • Digunakan ketika kemampuan menghantarkan arus yang lebih besar dan pembuangan daya lebih tinggi diperlukan.




Transistor BC547 adalah transistor NPN untuk tujuan umum (general-purpose) yang berdaya rendah atau sinyal kecil. Transistor ini lebih fokus pada pemrosesan sinyal elektronik yang membutuhkan ketelitian.

  • Kemasan (Package): Hampir selalu tersedia dalam kemasan plastik TO-92.

  • Arus Kolektor Maksimum : Relatif rendah, biasanya sekitar 100 mA. Ini membatasi penggunaannya pada beban arus kecil.

  • Tegangan Kolektor-Emitor: Umumnya lebih tinggi, sekitar 45V.

  • Gain Arus DC: Dikelompokkan ke dalam beberapa kelompok (misalnya BC547A, B, C) dengan gain yang lebih fokus dan stabil, seringkali antara 110 hingga 800. Nilai gain yang lebih tinggi ini membuatnya efisien untuk penguatan sinyal kecil.

  • Aplikasi Utama:

    • Penguat audio tahap awal (pra-penguat).

    • Sakelar logika dengan arus rendah (misalnya mengendalikan LED indikator).

    • Antarmuka antara mikrokontroler dan sirkuit daya yang sangat rendah.



6. Resistor




       Resistor dalam suatu teori dan penulisan formula yang berhubungan dengan resistor disimbolkan dengan huruf “R”. Kemudian pada desain skema elektronika resistor tetap disimbolkan dengan huruf “R”, resistor variabel disimbolkan dengan huruf “VR” dan untuk resistorjenis potensiometer ada yang disimbolkan dengan huruf “VR” dan “POT”.

       Nilai Toleransi Resistor
     Toleransi resistor merupakan perubahan nilai resistansi dari nilai yang tercantum pada badan resistor yang masih diperbolehkan dan dinyatakan resistor dalam kondisi baik. Toleransi resistor merupakan salah satu perubahan karakteristik resistor yang terjadi akibat operasional resistor tersebut. Nilai torleransi resistor ini ada beberapa macam yaitu resistor dengan toleransi kerusakan 1% (resistor 1%), resistor dengan toleransi kesalahan 2% (resistor2%), resistor dengan toleransi kesalahan 5% (resistor 5%) dan resistor dengan toleransi 10% (resistor 10%).

    Nilai toleransi resistor ini selalu dicantumkan di kemasan resistor dengan kode warna maupun kode huruf. Sebagai contoh resistor dengan toleransi 5% maka dituliskan dengan kode warna pada cincin ke 4 warna emas atau dengan kode huruf J pada resistor dengan fisik kemasan besar. Resistor yang banyak dijual dipasaran pada umumnya resistor 5% dan resistor 1%.
        
        Resistor berfungsi menghambat arus dalam rangkaian listirk. Cara menghitung nilai resistansi resistor berdasarkan gelang warna :
                1. Masukkan angka langsung dari kode warna gelang pertama
                2. Masukkan angka langsung dari kode warna gelang kedua
                3. Masukkan angka langsung dari kode warna gelang ketiga
                4. Masukkan jumlah nol dari kode warna gelang keempat atau pangkatkan angka tersebut dengan 10 (10^n), ini merupakan nilai toleransi resistor




        Spesifikasi:
        9. LED
        


      LED adalah singkatan dari Light Emitting Diode, yaitu dioda semikonduktor yang memancarkan cahaya saat dialiri arus listrik. Selain itu, LED juga dapat merujuk pada tes laboratorium untuk mengukur laju endap darah (LED). Untuk menghindari ambiguitas, penting untuk memahami konteksnya, namun dalam penggunaan umum, "LED" paling sering mengacu pada komponen elektronik pemancar cahaya. 

     10. Buck Converter

      Konverter Buck adalah jenis konverter daya DC-DC non-terisolasi yang dirancang untuk menurunkan tegangan DC (Direct Current) dari level input yang lebih tinggi ke level output yang lebih rendah, sambil meningkatkan arus output (mengabaikan kerugian). Konverter Buck dikenal karena efisiensinya yang tinggi dan merupakan komponen krusial dalam sistem daya baterai dan peralatan elektronik modern.

     Prinsip Dasar Operasi

      Konverter Buck bekerja melalui teknik yang disebut Modulasi Lebar Pulsa (Pulse Width Modulation - PWM). Daripada membuang kelebihan tegangan sebagai panas (seperti regulator linier), konverter Buck secara bergantian menyimpan energi dalam induktor dan melepaskannya ke beban, mengontrol jumlah energi yang ditransfer.

      Komponen inti konverter Buck terdiri dari empat elemen utama: 

  1.       Sakelar (Switch - Q): Biasanya berupa MOSFET atau Transistor. Dikendalikan oleh sinyal PWM.
  2.       Dioda (Diode - D): Bertindak sebagai jalur sirkulasi arus ketika sakelar utama terbuka (freewheeling).
  3.       Induktor (L): Menyimpan energi dalam bentuk medan magnet dan melepaskannya secara bertahap untuk menghaluskan arus.
  4.       Kapasitor (C): Berfungsi sebagai filter untuk mengurangi riak tegangan pada output, menyediakan tegangan DC yang stabil ke beban.
       11. Adaptor

       Adaptor Daya, yang sering juga disebut power supply, charger, atau AC-DC converter, adalah perangkat eksternal yang berfungsi sebagai penghubung dan pengubah arus listrik antara sumber listrik AC (Arus Bolak-balik, seperti stopkontak dinding) menjadi arus DC (Arus Searah) dengan tegangan dan arus yang sesuai untuk memberi daya pada perangkat elektronik sensitif.

     Fungsi Utama Adaptor

      Funginya sangat penting karena perangkat elektronik seperti laptop, ponsel, router, dan peralatan kecil lainnya beroperasi menggunakan tegangan DC rendah (biasanya 5V, 12V, 19V, dll.), sementara listrik yang disediakan oleh jaringan rumah tangga adalah AC bertegangan tinggi (misalnya 220V atau 110V).

      Tiga fungsi utama adaptor adalah:

  1.       Transformasi Tegangan (Penurunan): Menurunkan tegangan tinggi AC (220V/110V) menjadi tegangan AC yang lebih rendah (misalnya 12V AC).

  2.       Penyearahan (Rectification): Mengubah arus AC yang sudah diturunkan menjadi arus DC berdenyut (pulsating DC).

  3.       Regulasi dan Penyaringan (Filtering & Regulation): Menghaluskan arus DC berdenyut menjadi tegangan DC yang stabil dan bersih, siap digunakan oleh perangkat.


      Dasar Teori Rangkaian

        1. Voltage Buffer/ follower
Voltage buffer op amp dalam bahasa Indonesia adalah penyangga tegangan op-amp, juga dikenal sebagai pengikut tegangan atau penguat penguatan kesatuan. Fungsinya adalah untuk menyediakan impedansi masukan yang sangat tinggi dan impedansi keluaran yang sangat rendah, sehingga mencegah tahap sebelumnya membebani tahap berikutnya dan memastikan sinyal tegangan tidak hilang saat transfer, dengan tegangan keluaran yang sama persis dengan tegangan masukan (penguatan sebesar 1). Cara kerja dan fungsi Penguatan tegangan 1: Konfigurasi ini dirancang agar tegangan keluaran Vo sama dengan tegangan masukan Vi.Isolasi sirkuit: Tujuan utamanya adalah untuk mengisolasi atau memisahkan dua bagian sirkuit agar tidak saling memengaruhi. Ini sering digunakan untuk mencegah pembebanan pada sumber sinyal.Impedansi masukan tinggi: Impedansi masukan yang sangat tinggi berarti sirkuit tidak menarik banyak arus dari sumber sinyal.Impedansi keluaran rendah: Impedansi keluaran yang sangat rendah memungkinkan penyangga untuk menggerakkan beban tanpa kehilangan integritas sinyal atau membuat tegangan turun.




2. Detektor Non-Inverting
    Detektor non-inverting adalah rangkaian penguat operasional (op-amp) yang digunakan untuk mendeteksi dan memperkuat sinyal input tanpa membalik fasa sinyal tersebut. Artinya, polaritas sinyal keluaran tetap sama dengan sinyal masukan, tidak mengalami pembalikan seperti pada konfigurasi inverting.

    Dalam konfigurasi ini, sinyal masukan diberikan ke terminal non-inverting (+) op-amp, sedangkan terminal inverting (–) digunakan sebagai umpan balik (feedback). Rangkaian ini mampu memperkuat sinyal kecil menjadi lebih besar dengan gain positif, sehingga sering digunakan pada sensor, detektor sinyal, dan sistem penguat otomatis.
                                           


                

        Fungsi Detektor Non Inverting
   
        Detektor non-inverting berfungsi untuk memperkuat sinyal input tanpa mengubah polaritas atau fasa sinyal tersebut. Rangkaian ini digunakan untuk mendeteksi perubahan tegangan dari sensor atau sumber sinyal lain dengan cepat dan akurat. Karena memiliki impedansi input yang tinggi dan output yang searah dengan input, detektor non-inverting mampu menjaga kestabilan serta keaslian bentuk sinyal. Komponen ini banyak diterapkan dalam sistem sensor dan kontrol otomatis sebagai penguat deteksi yang mengaktifkan aktuator berdasarkan perubahan sinyal masukan.

        Prinsip Kerja

        Prinsip kerja detektor non-inverting adalah ketika sinyal input diberikan ke terminal non-inverting (+) pada op-amp, tegangan output akan mengikuti perubahan sinyal input tanpa membalik polaritasnya. Jika tegangan input melebihi tegangan referensi pada terminal inverting (–), maka output akan berubah ke tegangan maksimum positif, dan sebaliknya jika lebih rendah, output menjadi tegangan minimum (negatif). Proses ini memungkinkan detektor mengenali dan memperkuat perubahan sinyal input dengan cepat tanpa pembalikan fasa, sehingga sering digunakan dalam sistem pendeteksi level atau pembanding tegangan.

        Kurva Karakteristik I/O




     
      3. Fixed bias 
      Fixed bias yaitu, arus bias IB didapat dari VCC yang dihubungkan ke kaki B melewati tahanan R seperti gambar 58.



     
      2. Fixed bias 
      Fixed bias yaitu, arus bias IB didapat dari VCC yang dihubungkan ke kaki B melewati tahanan R seperti gambar 58.


k

Komentar