fig 17.30
Kita akan membahas sebuah rangkaian detektor yang menarik dan relatif sederhana, yaitu DIAC Proximity Detector. Rangkaian ini memanfaatkan karakteristik unik dari komponen DIAC (Diode for Alternating Current) untuk mendeteksi keberadaan objek atau perubahan kondisi di sekitarnya tanpa kontak fisik langsung.
Dalam berbagai aplikasi, deteksi jarak dekat (proximity detection) sangat berguna, mulai dari sistem keamanan, kontrol otomatis, hingga antarmuka pengguna yang interaktif. Berbagai teknologi sensor telah dikembangkan untuk tujuan ini, namun rangkaian berbasis DIAC menawarkan pendekatan yang menarik karena kesederhanaan komponen dan prinsip kerjanya.
Dalam materi ini, kita akan menyelami bagaimana sebuah DIAC, yang biasanya digunakan dalam rangkaian pemicu TRIAC untuk kontrol daya AC, dapat diadaptasi untuk fungsi deteksi jarak dekat. Kita akan mempelajari bagaimana perubahan kapasitansi atau impedansi di sekitar sensor dapat memicu DIAC pada tegangan tertentu, yang kemudian dapat digunakan untuk mengaktifkan indikator atau rangkaian kontrol lainnya.
A. ALAT
1.Ptoteus
2. DC Voltage
Ground adalah titik kembalinya arus searah atau titik kembalinya sinyal bolak balik atau titik patokan dari berbagai titik tegangan dan sinyal listrik dalam rangkaian elektronika.
Untuk memahami bagaimana rangkaian ini bekerja sebagai detektor proximity, kita perlu memahami karakteristik utama dari DIAC dan bagaimana perubahan eksternal dapat memengaruhi kondisi pemicuannya.
1. Karakteristik DIAC (Diode for Alternating Current):
- Struktur dan Simbol: DIAC adalah dioda semikonduktor dua arah yang memiliki struktur dua dioda Shockley yang terhubung secara antiparalel. Simbolnya biasanya terdiri dari dua dioda yang terhubung terbalik.
- Operasi: DIAC pada dasarnya adalah saklar dua arah yang tetap terbuka (resistansi tinggi) hingga tegangan melintasinya mencapai tegangan breakdown atau breakover voltage (VBO). Setelah VBO tercapai, DIAC akan "menyala" atau menghantarkan arus dengan cepat (resistansi rendah).
- Simetri: DIAC idealnya memiliki karakteristik simetris, yaitu memiliki nilai VBO yang sama untuk polaritas tegangan positif maupun negatif.
- Tegangan Holding (): Setelah DIAC menyala dan arus mengalir, ia akan tetap menghantarkan arus meskipun tegangan melintasinya turun di bawah VBO, hingga arus yang melewatinya jatuh di bawah tegangan holding (IH). Di bawah IH, DIAC akan kembali ke kondisi mati (resistansi tinggi).
- Aplikasi Umum: DIAC umumnya digunakan sebagai elemen pemicu untuk TRIAC dalam rangkaian kontrol daya AC.
2. Prinsip Deteksi Proximity dengan DIAC:
Dalam rangkaian proximity detector berbasis DIAC, perubahan pada lingkungan sekitar sensor (yang belum terlihat secara eksplisit dalam rangkaian Anda) akan menyebabkan perubahan pada impedansi atau kapasitansi dalam rangkaian. Perubahan ini kemudian memengaruhi tegangan yang melintasi DIAC, dan jika tegangan tersebut mencapai VBO, DIAC akan menyala, menghasilkan perubahan pada sinyal output.
Meskipun sensor proximity tidak terlihat, kita dapat berasumsi bahwa keberadaan objek dekat sensor akan menyebabkan perubahan kapasitansi atau impedansi pada suatu bagian rangkaian. Mari kita pertimbangkan beberapa kemungkinan mekanisme:
- Sensor Kapasitif Implisit: Rangkaian itu sendiri mungkin dirancang sedemikian rupa sehingga kapasitansi liar atau kapasitansi antara bagian-bagian rangkaian dan objek eksternal berperan sebagai sensor. Mendekatkan objek dapat meningkatkan kapasitansi ini.
- Pengaruh pada Jaringan RC: Resistor R2 (10M) dan kapasitor C1 (1u) membentuk jaringan RC dengan konstanta waktu yang relatif besar. Perubahan kapasitansi eksternal (akibat proximity) yang terhubung secara implisit ke jaringan ini dapat mengubah tegangan AC melintasi DIAC.
- Perubahan Impedansi: Keberadaan objek juga dapat mempengaruhi impedansi efektif pada titik tertentu dalam rangkaian, yang pada gilirannya memengaruhi pembagian tegangan AC dan tegangan yang mencapai DIAC.
3. Bagaimana Perubahan Mempengaruhi Pemicuan DIAC dan Output:
- Kondisi Normal (Tanpa Objek): Dalam kondisi normal, tegangan AC dari sumber melewati jaringan R1, R2, C1, dan DIAC. Tegangan puncak AC yang mencapai DIAC mungkin tidak cukup untuk mencapai VBO DIAC. Akibatnya, DIAC tetap mati, dan sinyal yang diteruskan ke output (osiloskop) mungkin memiliki karakteristik tertentu (misalnya amplitudo rendah atau bentuk gelombang terdistorsi).
- Objek Mendekat (Perubahan Kapasitansi/Impedansi): Ketika sebuah objek mendekat sensor implisit, kapasitansi atau impedansi dalam rangkaian berubah.
- Perubahan Tegangan pada DIAC: Perubahan kapasitansi/impedansi ini akan mengubah bagaimana tegangan AC dibagi di antara komponen R1, R2, C1, dan DIAC. Akibatnya, tegangan puncak AC yang melintasi DIAC dapat meningkat atau bergeser fasanya.
- Pemicuan DIAC: Jika tegangan puncak AC yang melintasi DIAC mencapai atau melebihi VBO DIAC pada salah satu siklus AC (positif atau negatif), DIAC akan menyala dan menghantarkan arus.
- Perubahan Sinyal Output: Ketika DIAC menyala, ia akan mengubah impedansi total rangkaian secara signifikan selama sebagian siklus AC tersebut. Ini akan menyebabkan perubahan pada bentuk gelombang dan/atau amplitudo sinyal AC yang mencapai output (osiloskop). Perubahan pola gelombang yang Anda lihat pada output (A, B, C, D) kemungkinan merupakan visualisasi dari perubahan ini sebagai respons terhadap pemicuan DIAC yang dipengaruhi oleh proximity.
Kesimpulan Dasar Teori:
Rangkaian DIAC Proximity Detector ini kemungkinan bekerja berdasarkan prinsip perubahan impedansi atau kapasitansi akibat keberadaan objek dekat sensor implisit. Perubahan ini memengaruhi tegangan AC yang melintasi DIAC. Ketika tegangan puncak AC mencapai VBODIAC, DIAC menyala, yang menyebabkan perubahan signifikan pada bentuk gelombang output AC yang dapat diamati pada osiloskop. Pola gelombang yang berubah menjadi indikasi deteksi proximity.
A. Mengatur waktu delay sinyal
B. Mendeteksi adanya benda di sekitar sensor tanpa kontak langsung
C. Meningkatkan daya sinyal output
D. Mendeteksi suhu lingkungan sekitar
Jawaban: B. Mendeteksi adanya benda di sekitar sensor tanpa kontak langsung
Pembahasan: Proximity detector digunakan untuk mendeteksi keberadaan objek tanpa menyentuhnya.
A. DIAC
B. Potensiometer
C. Saklar tekan
D. LDR
Jawaban: A. DIAC
Pembahasan: DIAC sering digunakan dalam detektor berbasis arus AC karena karakteristik switching-nya.
A. Tegangan referensi tetap
B. Deteksi perubahan arus AC
C. Perubahan medan listrik atau magnet di sekitar sensor
D. Fluktuasi suhu ruangan
Jawaban: C. Perubahan medan listrik atau magnet di sekitar sensor
Pembahasan: Banyak proximity sensor bekerja dengan deteksi induksi elektromagnetik atau kapasitansi.
Jawaban:
-
Sensor induktif: bekerja dengan mendeteksi logam melalui medan elektromagnetik.
-
Sensor kapasitif: bekerja dengan mendeteksi perubahan kapasitansi akibat benda mendekat.
Jawaban:
Sensor proximity mendeteksi keberadaan objek tanpa menyentuhnya, sedangkan sensor sentuh membutuhkan kontak fisik.
Jawaban:
Karena dapat mendeteksi benda dengan cepat, akurat, dan tanpa sentuhan, sehingga cocok untuk sistem otomatisasi.
Jawaban:
Gunakan proximity sensor inframerah atau ultrasonik. Sensor akan mendeteksi keberadaan orang dari pantulan sinyal, lalu mengirimkan sinyal ke penggerak pintu untuk membuka secara otomatis.
Jawaban:
Gunakan sensor proximity induktif. Sensor diletakkan menghadap arah lintasan benda, dan saat benda logam mendekat, sensor akan mengirimkan sinyal ke sistem kontrol.
Jawaban:
Saat ada benda mendekat, medan listrik di sekitar DIAC berubah sehingga tegangan pemicunya tercapai. DIAC menghantarkan arus ke lampu neon, dan lampu menyala sebagai indikator deteksi.












Komentar
Posting Komentar