Prosedur Percobaan modul 4

A. Persiapan Alat dan Komponen

Siapkan seluruh alat dan Komponen yang akan digunakan sebelum merangkai, Pastikan alat dan komponen berfungsi juga dalam keadaan yang baik:

  • Rain sensor (sensor hujan)
  • Water level sensor (sensor ketinggian air)
  • IC Op-Amp LM741 (2 buah)
  • Transistor 2N2222 dan BC547
  • Relay 5V (2 buah)
  • Potensiometer 1kΩ
  • Resistor 10k (1 buah) dan 1k (2 buah)
  • Led merah
  • Buzzer 5V
  • Adaptor 12V DC
  • Buck Converter 5V DC
  • Jumper
  • Papan Rangkaian (Breedboard)
  • Multimeter 
B. Penyambungan Sumber Daya Pada Breadboard
  • Adaptor 12V: Sambungkan Adaptor dengan Konektor jack DC Female, Lalu sambungkan konektor dengan jumper dan perhatikan terminal +- nya. Setelah tersambung, Maka hubungkan jumper + - ke Breedboard di jalur tegangan bagian atas.
  • Buck Converter DC: Hubungkan jumper +- dari breedboard pada sumber 12V dengan kaki input buck converter, Setelah itu Hubungkan Jumper +- dari kaki output buck converter dengan Breedboard di jalur tegangan bagian bawah. Turunkan Tegangan Masukan 12V hingga tegangan menjadi 5V. Gunakan Multimeter untuk mengukur tegangan nya.

C. Tahapan Merangkai Rangkaian Rain Sensor (Sensor Hujan)

  1. Pasang semua komponen pada breedboard untuk rangkaian rain sensor, lalu gunakan jumper untuk menghubungkan antar komponen.
  2. Pada Modul Rain Sensor hubungkan Pin VCC ke Sumber +5V, pin GND ke sumber -5V, dan Pin Digital Output (DO) ke kaki Non Inverting pada op-amp LM741.
  3. Pada Op-Amp LM741 hubungkan kaki Inverting ke kaki Output, kaki Non inverting ke DO pada rain sensor, kaki V(-) ke sumber -12V, kaki V(+) ke sumber +12V, lalu kaki output dihubungkan ke resistor 10kΩ dan dari resistor ke kaki base pada transistor 2N2222.
  4. Pada transistor 2N2222 kaki base terhubung dengan resistor 10kΩ, Kaki emitter terhubung ke -5V, Kaki kolektor terhubung dengan relay 5V.
  5. Pada Relay 5V kaki (-) dihubungkan ke kaki kolektor pada transistor, Kaki (+) dihubungkan ke Sumber  +5V, Kaki COM ke sumber -5V, dan kaki NC dihubungkan ke led merah.
  6. Pada led merah kaki katoda(-) tersambung ke kaki relay NC dan kaki anoda(+) dihubungkan dengan resistor 1kΩ, lalu dari resistor di hubungkan ke sumber +5V.

D. Tahapan Merangkai Rangkaian Water Level Sensor (Sensor Ketinggian Air).

  1. Pasang semua komponen pada breedboard untuk rangkaian water level sensor, lalu gunakan jumper untuk menghubungkan antar komponen.
  2. pada water level sensor kaki (+) di hubungkan ke sumber +5V, kaki(-) ke sumber -5V, dan kaki S di hubungkan ke kaki non inverting(+) pada op-amp LM741.
  3. pada op-amp 741 kaki non inverting(+) di hubungkan ke kaki S pada sensor, Kaki inverting ke potensiometer 1kΩ, kaki(-) ke sumber -12V, Kaki(+) ke sumber +12V, kaki output di hubungkan ke resistor 1kΩ, lalu dari resistor ke kaki base pada transistor bc547.
  4. pada transistor bc547 kaki base terhubung dengan resistor 1kΩ, Kaki emiter terhubung ke -5V, Kaki kolektor terhubung dengan relay 5V.
  5. Pada Relay 5V kaki (-) dihubungkan ke kaki kolektor pada transistor, Kaki (+) dihubungkan ke Sumber  +5V, Kaki COM ke sumber +5V, dan kaki NO dihubungkan ke kaki anoda pada buzzer dan kaki katioda buzzer di hubungkan ke sumber -5V.
E. Pemerikasaan Awal
  1. Periksa kembali seluruh sambungan, polaritas komponen, dan nilai resistor.
  2. Pastikan semua jalur ground tersambung dengan baik antara sensor, op-amp, dan transistor.
  3. Nyalakan catu daya dan ukur tegangan output dari Rain Sensor dan Water level Sensor dengan multimeter.
  4. Jika tegangan output sensor berubah sesuai kondisi, perhatikan apakah relay aktif dan Led merah serta Buzzer.
F. Pengujian Sistem
  1. Pengujian Rain Sensor: Siapkan modul rain sensor beserta pelat sensornya. Pastikan sensor terhubung ke rangkaian kontrol (DO). Berikan kondisi kering pada sensor dan amati nilai output sensor. Selanjutnya teteskan air hingga permukaan pelat menjadi basah. Amati perubahan tegangan output sensor saat pelat terkena air serta perubahan status indikator/aktuator (misalnya LED atau relay). Catat nilai output sensor pada kondisi kering dan basah saat indikator hujan aktif (indikator menyala menandakan air terdeteksi).
  2. Pengujian Water Level Sensor: Siapkan air dan pastikan probe sensor terpasang. Teteskan air secara perlahan hingga menyentuh probe sensor. Amati perubahan tegangan output sensor saat air menyentuh probe sensor serta perubahan status relay/Buzzer. Catat tegangan output dan level air saat indikator aktif (Buzzer menyala menandakan level air ≥ 80%).

G. Pengujian Gabungan
  1. Lakukan pengujian secara simultan menggunakan rain sensor dan sensor water level.
  2. Berikan tetesan air pada rain sensor sambil secara bertahap menaikkan level air pada water level sensor.
  3. Amati perubahan output kedua sensor serta respons sistem saat keduanya mendeteksi kondisi basah secara bersamaan.
  4. Perhatikan kecepatan dan sinkronisasi kerja relay, Led, Buzzer ketika salah satu atau kedua sensor aktif.
  5. Evaluasi keandalan sistem dalam mengatasi dua kondisi sekaligus, yaitu adanya air pada permukaan rain sensor dan peningkatan level air pada water level sensor.

Komentar