Laporan Akhir modul 3
JURNAL PRAKTIKUM
MODUL III : HUKUM OHM, HUKUM KIRCHOFF, VOLTAGE & CURRENT DIVIDER, MESH, NODAL, THEVENIN
Nama : Mar'ie Alasyraf Elnur
NIM : 2410952031
Tanggal Praktikum : 27 Mei 2025
Asisten : 1) Muhammad Agung Maulana
2) Raynaldi Al Alyyubbi
1. Hukum ohm
R terbaca | V | I | R perhitungan |
560 Ω | 4 V | 13 mA | 307,69 Ω |
1000 Ω | 4,98 V | 4 mA | 1.245 Ω |
2000 Ω | 4,97 V | 3 mA | 1.656,66 Ω |
2. Hukum kirchoff
· Hukum kirchoff 1
R terbaca | V | I 1,2,3(perhitungan) | I total | I perhitungan |
560 | 4,83 V | 9 mA | 22,17 mA | 20 mA |
680 | 4,83 V | 6 mA | 22,17 mA | 20 mA |
750 | 4,83 V | 5 mA | 22,17 mA | 20 mA |
· Hukum kirchoff 2
R terbaca | I | V 1,2,3(perhitungan) | V total | V perhitungan |
560 | 2 mA | 1,31 V | 3,98 V | 5,02 V |
680 | 2 mA | 1,81 V | 3,98 V | 5,02 V |
750 | 2 mA | 1,91 V | 3,98 V | 5,02 V |
3. Analisis mash
Resistor | Resistansi | Tegangan Terukur(V) | Arus (mA) I=V/R | Arus Mesh (mA) | ||
Terbaca | Terukur | |||||
Ra | 1000 Ω | 977 Ω | 2,97 V | 3,04 mA | IRa=I total | 3,04 |
Rb | 1000 Ω | 976 Ω | 0,79 V | 0,81 mA | IRb = Ia | 0,81 |
Rc | 1000 Ω | 975 Ω | 264,6 mV | 0,275 mA | IRc = Ib | 0,275 |
Rd | 1000 Ω | 978 Ω | 270,0 mV | 0,276 mA | IRd = Ic = I1-I2 | 0,276 |
Re | 1000 Ω | 977 Ω | 0,539 mV | 5,52 mA | IRe = Id = I2-I3 | 5,52 |
Rf | 1000 Ω | 972 Ω | 2,57 V | 2,64 mA | IRf = Ie = I3 | 2,64 |
Rg | 1000 Ω | 973 Ω | 270,0 mV | 0,78 mA | IRg = If = I2 | 0,278 |
1. Hukum ohm
Hukum Ohm:
“Kuat arus yang mengalir dalam suatu penghantar atau hambatan besarnya sebanding dengan beda potensial atau tegangan antara ujung-ujung penghantar tersebut. Pernyataan itu bisa dituliskan sebagai berikut yaitu I ∞ V.”
Hukum Ohm dirumuskan oleh fisikawan Jerman Georg Simon Ohm pada tahun 1827 dan dinyatakan dalam persamaan matematis sederhana:
V = I⋅R
V adalah tegangan dalam volt (V),
I adalah arus dalam ampere (A), dan
R adalah resistansi dalam ohm (Ω).
1. Tegangan (V): Tegangan dinyatakan dalam volt dan mengukur "daya dorong" listrik dalam suatu rangkaian.
2. Arus (I): Arus dinyatakan dalam ampere dan mengukur jumlah muatan listrik yang mengalir melalui suatu rangkaian dalam satu satuan waktu.
3. Resistansi (R): Resistansi dinyatakan dalam ohm dan mengukur sejauh mana suatu bahan atau komponen dalam rangkaian menghambat aliran arus. Semakin tinggi resistansi, semakin besar penghambatannya terhadap arus.
Hukum Ohm menyatakan bahwa tegangan pada suatu komponen dalam suatu rangkaian sebanding dengan arus yang mengalir melaluinya, dengan resistansi sebagai faktor proporsionalitasnya. Artinya, jika resistansi tetap, maka arus dan tegangan akan memiliki hubungan linier. Jika resistansi meningkat, arus akan menurun untuk mempertahankan proporsionalitas dengan tegangan.
2. Hukum Kirchoff
Hukum I Kirchoff:
"Jumlah kuat arus listrik yang masuk ke suatu titik cabang akan sama dengan jumlah kuat arus listrik yang meninggalkan titik itu."
Hukum I Kirchhoff biasa disebut Hukum Arus Kirchhoff atau Kirchhoff’s Current Law (KCL).
Berdasarkan gambar di atas, besar kuat arus total yang melewati titik percabangan a secara matematis dinyatakan Σ Imasuk = Σ Ikeluar yang besarnya adalah I1 = I2 + I3.
Hukum II Kirchoff:
"Jumlah aljabar beda potensial (tegangan) pada suatu rangkaian tertutup adalah sama dengan nol."
Hukum II Kirchhoff biasa disebut Hukum Tegangan Kirchhoff atau Kirchhoff’s Voltage Law (KVL).
Berdasarkan gambar di atas, total tegangan pada rangkaian adalah Vab + Vbc + Vcd + Vda = 0. Hukum II Kirchhoff ini menjelaskan bahwa jumlah penurunan beda potensial sama dengan nol artinya tidak ada energi listrik yang hilang dalam rangkaian atau semua energi listrik diserap dan digunakan.
3. Metode Mesh (Mesh Analysis)
Prinsip Kerja:
Metode arus Mesh merupakan prosedur langsung untuk menentukan arus pada setiap resistor dengan menggunakan persamaan simultan. Langkah pertamanya adalah membuat loop tertutup (disebut juga mesh) pada rangkaian. Loop tersebut tidak harus memiliki sumber tegangan, tetapi setiap sumber tegangan yang ada harus dimasukkan ke dalam loop. Loop haruslah meliputi seluruh resistor dan sumber tegangan. Dengan arus Mesh, dapat ditulis persamaan Kirchoff’s Voltage Law untuk setiap loop.
1. Hukum Ohm
A. Hukum Ohm
1. Bandingkan nilai resistansi terbaca dan perhitungan !
Jawab:
Nilai resistansi yang terbaca adalah 560 dan nilai resistansi perhitungan adalah 307,69 pada percobaan pertama. Hal ini bisa terjadi karena kesalahan praktikan dalam mengukur dan kesalahan pada rangkaian yang dibuat. Hal ini terjadi karena pada percobaan ke 2 dan ke 3 yaitu nilai resistansi yang terbaca lebih besar daripada nilai resistansi perhitungan. Alasan ini bisa terjadi kayak percobaan pertama
B. Hukum Kirchoff
1. Bandingkan nilai Itotal perhitungan dengan Itotal pengukuran!
Jawab:
Pada percobaan, nilai Itotal perhitungan adalah 20 mA dan Itotal pengukuran adalah 22,17 mA. Nilai perhitungan
dan pengukuran hampir sama. Terjadi perbedaan karena kesalahan praktikan dalam mengukur dan dalam membuat
rangkaian.
2. Bandingkan nilai Vtotal perhitungan dengan Vtotal pengukuran!
Jawab:
Nilai Vtotal perhitungan=5,02V dan Vtotal pengukuran = 3,98V. Hasil yang didapat berbeda
karena kesalahan praktikan dalam mengukur dan kesalahan praktikan dalam membuat rangkaian
C. Mesh
1. Bandingkan nilai resistansi terbaca dengan terukur!
Jawab:
Terdapat perbedaan yang cukup kecil antara nilai resistansi terbaca dan nilai resistansi terukur.
Hal ini terjadi karena toleransi alat ukur 5%
2. Bandingkan arus terukur dan arus hasil perhitungan!
Jawab:
Nilai arus terukur dan nilai arus perhitungan sama besar. Hal ini terjadi karena rumus yang
dipergunakan sama yaitu V=I x r -> I=V/R

.png)
.png)
.png)
.png)
Komentar
Posting Komentar