Laporan akhir modul 4
JURNAL PRAKTIKUM
MODUL IV : RLC SERI DAN RLC PARALEL
Nama : Mar'ie Alasyraf Elnur
NIM : 2410952031
Tanggal Praktikum : 20 Mei 2025
Asisten : 1) Zulhadia
2) Selvy sandrika ramadhani
1. RC Seri
Beban | V terukur | I terukur | V pada beban | Impedansi |
Xa = 100 Ω | 4.96 V | 0.02 mA | 153.6 mV | 376,06 Ω |
Xb = 100 Ω | 3.86 V | |||
Xc = 10 uF | 1.17 V |
Beban | V terukur | I terukur | V pada beban | Impedansi |
Xa = 100 Ω | 4.98 V | 0.05 mA | 199.3 mV | 333,50 Ω |
Xb = 1 mH | 2.5 V | |||
Xc = 10 uF | 2.54 V |
3. RLC Paralel
Beban | V terukur | I terukur | I1 | I2 | I3 | V pada beban | Impedansi |
Xa = 100 Ω | 4.96V | 0.27 mA | 0.27 mA | 0.27 mA | 0.27 mA | 4.96 V | 0,314 Ω |
Xb = 1 mH | 4.96 V | 0.23 mA | 0.23 mA | 0.23 mA | 0.23 mA | 4.96 V | 0,314 Ω |
Xc = 10 uF | 4.96 V | 0.21 mA | 0.21 mA | 0.21 mA | 0.21 mA | 4.96 V | 0,314 Ω |
1. RC Seri
- Rangkaian RC seri terdiri dari resistor (R) dan kapasitor (C) yang dihubungkan secara seri.
- Rangkaian ini dihubungkan ke sumber tegangan AC.
- Resistor dan kapasitor dalam rangkaian RC seri bekerja sama untuk meminimalisir efek bolak-balik (ripple) yang terjadi pada arus AC.
- Resistor mengurangi tegangan AC yang terjadi pada kapasitor, sementara kapasitor menyimpan energi listrik yang dihasilkan oleh tegangan AC.
2. RLC Seri
- Rangkaian RLC seri terdiri dari resistor (R), induktor (L), dan kapasitor (C) yang dihubungkan secara seri.
- Rangkaian ini dihubungkan ke sumber tegangan AC.
- Resistor, induktor, dan kapasitor dalam rangkaian RLC seri bekerja sama untuk meminimalisir efek bolak-balik yang terjadi pada arus AC.
- Resistor mengurangi tegangan AC yang terjadi pada induktor dan kapasitor, sementara induktor dan kapasitor menyimpan energi listrik yang dihasilkan oleh tegangan AC.
3. RLC Paralel
- Rangkaian RLC paralel terdiri dari resistor (R), induktor (L), dan kapasitor (C) yang dihubungkan secara paralel.
- Rangkaian ini dihubungkan ke sumber tegangan AC.
- Resistor, induktor, dan kapasitor dalam rangkaian RLC paralel bekerja sama untuk meminimalisir efek bolak-balik yang terjadi pada arus AC.
- Resistor, induktor, dan kapasitor mempengaruhi arus yang mengalir melalui rangkaian ini.
1. RC SERI
1. Resistor (R)
-
Hanya memberikan hambatan (resistansi)
-
Tidak menyebabkan perubahan sudut fasa
-
Tegangan dan arus berada pada fasa yang sama
-
Sudut fasa φ = 0°
2. Induktor (L)
-
Menyebabkan arus tertinggal dari tegangan
-
Menyimpan energi dalam bentuk medan magnet
-
Semakin besar nilai L, semakin besar sudut ketertinggalan
-
Sudut fasa φ mendekati +90°
3. Kapasitor (C)
-
Menyebabkan arus mendahului tegangan
-
Menyimpan energi dalam bentuk medan listrik
-
Semakin besar nilai C, semakin besar sudut percepatan
-
Sudut fasa φ mendekati -90°
Rangkaian RLC paralel adalah rangkaian di mana resistor (R), induktor (L), dan kapasitor (C) dihubungkan secara paralel terhadap sumber tegangan AC. Dalam rangkaian ini, tegangan yang diberikan sama untuk ketiga komponen, tetapi arus yang mengalir pada masing-masing cabang berbeda. Untuk menganalisis impedansi total (Z), kita terlebih dahulu menghitung admitansi total (Y), yaitu kebalikan dari impedansi. Admitansi total merupakan jumlah dari admitansi masing-masing komponen: , di mana adalah reaktansi induktif dan adalah bagian dari admitansi kapasitif. Setelah diperoleh nilai Y dalam bentuk kompleks, impedansi total diperoleh dari
Sifat fasa dan besar impedansi bergantung pada keseimbangan antara reaktansi induktif dan kapasitif. Jika reaktansi induktif lebih besar dari reaktansi kapasitif (), maka rangkaian menunjukkan sifat kapasitif dan arus mendahului tegangan (sudut fasa negatif). Sebaliknya, jika , maka rangkaian bersifat induktif dan arus tertinggal dari tegangan (sudut fasa positif). Pada kondisi resonansi paralel, yaitu saat , efek reaktansi saling meniadakan, sehingga hanya resistansi yang tersisa, dan admitansi mencapai minimum. Akibatnya, impedansi total menjadi maksimum, dan arus total dari sumber menjadi minimum. Oleh karena itu, impedansi pada rangkaian RLC paralel sangat dipengaruhi oleh frekuensi sumber dan nilai elemen, dan menunjukkan perilaku yang khas terutama di sekitar frekuensi resonansi.
Komentar
Posting Komentar